NOUN: Pengertian, Fungsi, Macam-Macam, Contoh, dan Pembentukan Kata

 
NOUN
(KATA BENDA)

 
englishforpractice02.blogspot.com
Gambar 1. Noun (Kata Benda): Pengertian, Macam, Fungsi, Contoh, dan Pembentukan Kata

Seberapa banyak kosakata bahasa Inggris yang kalian punya? Yup, sebagian besar kosakata yang ada di sekitar kita merupakan Noun atau kata benda, lho! Noun atau kata benda merupakan kata dalam tata bahasa yang meliputi seluruh benda, yaitu berwujud atau tidak berwujud, dapat dihitung atau tidak terhitung, dan kata umum yang ada di lingkungan kita, seperti tempat, profesi/ status, konsep, dll. Pada kesempatan kali ini, mari kita belajar bersama tentang Noun (Kata Benda) dalam bahasa Inggris! Selamat dan semangat belajar!

 

A. Pengertiam Noun (Kata Benda)

Noun (kata benda) merupakan kata yang digunakan untuk meunjukkan atau menamai orang, benda, hewan, tempat, dan konsep abstrak, seperti ide, gagasan, dan lain-lain. Noun (kata benda) atau kata nomina dalam tata bahasa Indonesia dapat berfungsi sebagai “subjek” ataupun “objek”. Selain itu, Noun atau kata benda sering kali didahului dengan article (a/an, the), numbers (two, second, twenty), adjective (new, bright, fantastic), possessive pronoun (my, your, his), quantifier (some, many several, a lot of, plenty of), dll. Contoh:

v  The plates is being washed right now. (Piring-piring itu sedang dicuci sekarang; berkedudukan sebagai subjek; didahului oleh article “the”).

v  He have a lot of romantic novels. (Dia (lk) memiliki banyak novel romantis; berkedudukan sebagai objek; didahului oleh quantifier “a lot of”).

v  My father gave me a new bike last year. (Ayahku memberiku sebuah sepeda baru tahun lalu; “father” sebagai Subjek, “bike” sebagai Objek; “my” (possessive pronoun) dan “a (article) new (adjective)” mendahului noun). 

 

B. Fungsi Noun (Kata Benda)

Di dalam kalimat, Noun (kata benda) dapat berfungsi sebagai “Subjek” ataupun “Objek”. Sebagai subjek atapun objek kalimat, noun biasanya didahului dengan adjective (kata sifat), article, quantifier, dan lain-lain. Selain itu, Noun (kata benda) juga didahului oleh preposition (kata depan) untuk menunjukkan keterangan tempat.

1. Noun (Kata Benda) sebagai Subjek

Contoh:

v  My father is working at his office right now.

v  Mutia has finished doing her assignment.

v  The class is being cleaned so that the learning activity is delayed.

*) father, Mutia, class, activity adalah Subjek kalimat. Office sebagai keterangan tempat, assignment sebagai Objek kalimat.

 

2. Noun (Kata Benda) sebagai Objek

Contoh:

v  Erika is a doctor at Hiroshima Health Center.

v  She wants to be a singer.

v  This is my beautiful little sister.

 

C. Macam-Macam Noun (Kata Benda)

Noun (kata benda) dapat dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:

a. Countable (Dapat Dihitung) dan Uncountable (Tidak Dapat Dihitung) Noun

1. Countable (Dapat Dihitung), merupakan kata benda yang merujuk benda-benda yang dapat dihitung satuan/ jumlahnya. Ciri utama countable noun adalah 1) sebelum noun tersebut seringkali terdapat number (a/one, two, hundred, thousand, million) untuk menunjukkan jumlah benda yang dimaksud, 2) memiliki bentuk jamak atau lebih dari satu yang ditandai dengan akhiran “–s atau –es” (regular plural) atau juga dapat memiliki bentuk yang tidak beraturan (irregular plural), dan 3)  bisa diletakkan kata sandang (article) a/an atau the di depannya. Contohnya: book (buku), pen (bulpen), house (rumah), table (meja), dll.

v  I have two new books. ( Saya mempunyai 2 buku baru)

v  There are 20 students in the class. (Ada 20 siswa di dalam kelas)

v  Mike is reading a newspaper. (Mike sedang membaca sebuah koran)

 

2. Uncountable (Tidak Dapat Dihitung), merupakan kata benda yang merujuk benda-benda yang tidak dapat dihitung satuan/ jumlahnya, melainkan benda-benda yang hanya dapat diukur atau ditimbang. Uncountable noun meliputi antara lain:

a)      Whole Groups Made Up Of Similar Items (Kelompok/ Barang Yang Terbuat Dari Bahan Yang Sama) : baggage, clothing, equipment, food, fruit, furniture, garbage, hardware, jewelry, junk, luggage, machinery, mail, makeup, money/cash/change, postage, scenery, traffic, etc.

b)      Fluids (Cairan): water, coffee, tea, milk, oil, soup, gasoline, blood, etc.

c)      Solids (Benda Padat) : ice, bread, butter, cheese, meat, gold, iron, silver, glass, paper, wood, cotton, wool, etc.

d)     Gases (Benda Gas) : steam, air, oxygen, nitrogen, smoke, smog, pollution, etc.

e)      Particles (Bahan/ Partikel Kecil) : rice, chalk, corn, dirt, dust, flour, grass, hair, pepper, salt, sand, sugar, wheat, etc.

f)       Abstractions (Hal-Hal Abstrak):

v  beauty, confidence, courage, education, enjoyment, fun, happiness, health, help, honesty, hospitality, importance,

v  intelligence, justice, knowledge, laughter, luck, music, patience, peace, pride, progress, recreation, significance, sleep,

v  truth, violence, wealth, etc.

v  advice, information, news, evidence, proof, etc.

v  time, space, energy, etc.

v  homework, work, etc.

v  grammar, slang, vocabulary, etc.

g)      Languages (Bahasa) : Arabic, Chinese, English, Spanish, etc.

h)      Fields Of Study (Bidang Study) : chemistry, engineering, history, literature, mathematics, psychology, etc.

i)        Recreation (Olahraga/ Hiburan) : baseball, soccer, tennis, chess, bridge, poker, etc.

j)        General Activities (Aktivitas Umum) : driving, studying, swimming, traveling,* walking, etc. (and other gerunds)

k)      Natural Phenomena (Fenomena Alam) : weather, dew, fog, hail, heat, humidity, lightning, rain, sleet, snow, thunder, wind, darkness, light, sunshine, electricity, fire, gravity, etc.

 

Umumnya, uncountable noun ini diikuti dengan kata penunjuk takaran atau ukuran, seperti a glass of, a cup of, a bunch of, a spoon of, a bottle of, dll. Selain itu, uncountable noun tidak dapat diubah ke dalam bentuk plural (jamak) dan didahului number (angka jumlah satuan) secara langsung (number bisa digunakan jika digunakan takaran, ukuran atau wadah).

v  Incorrect: Maria bought two waters. (Maria membawa dua air; “water” tidak bisa dijamakkan (ditambahi imbuhan akhiran “-s”) karena termasuk uncountable noun; seharusnya diganti menjadi two glasses/ bottles of water)

Correct: We always drink a glass of water. (kita selalu minum segelas water)

v  Incorrect: Mila’s mom makes three teas for us (Ibunya Mila membuatkan tiga teh untuk kita; seharusnya diganti three cups/ glasses of tea)

Correct: Give me a cup of tea, please! (tolong berikan kepadaku secangkir teh!)

v  IncorrectMy mom asked me to buy a cooking oil. (Ibuku memintaku membeli sebuah minyak goreng; seharusnya diganti dengan a bottle of cooking oil)

Correct: Pass me a spoon of sugar, please! (tolong tambahkan sesendok gula!)

 

b. Proper (Nama Diri) dan Common (Umum) Noun

1. Proper (Nama Diri), merupakan kata benda yang merujuk pada penamaan tempat, hari, nama orang, kota, agama, dan nama geografis (negara, kebangsaan, laut). Kata benda ini ditandai dengan penggunaan huruf kapital pada setiap awal hurufnya. Contoh: Eka Pratama, London, Javanese, Wednesday, dll.

v  Next Monday is my birthday. (Senin: nama hari)

v  I live in Jakarta. (Jakarta: nama tempat)

v  My beloved brother is Raka Putra. (Raka Putra: nama orang)

 

2. Common (Umum), merupakan kata benda yang merujuk pada benda-benda yang umum/ ada di sekitar kita, dan dikenal oleh banyak orang. Contoh: doctor (dokter), house (rumah), student (siswa), building (bangunan), dll. 

v  Hana is the student from SMA Nusantara Bandung.

v  My father cleans our house every Sunday.

v  The high building was fallen down yesterday.

 

c. Abstract (Tidak Berwujud) dan Concrete (Berwujud) Noun

1. Concrete (Berwujud), merupakan kata benda yang dapat dirasakan oleh panca indera (dilihat, dicicipi, atau disentuh). Contohnya : bike (sepeda), chair (kursi), cat (kucing), dll.

v  That cat is eating a fish. (Kucing itu sedang makan seekor ikan)

v  Kiki got a new bike from her Dad last week. (Kiki mendapatkan sebuah sepeda baru dari ayahnya minggu lalu)

v  Fiko watches the television everyday. (Fiko menonton TV setiap hari).

 

2. Abstract (Tidak Berwujud), merupakan kata benda yang tidak dapat dirasakan oleh panca indera (tidak dapat dilihat, dicicipi, atau disentuh); melainkan, berupa konsep pemikiran, ide atau gagasan. Abstract Noun dapat dibentuk oleh Verb (kata kerja) dan Adjective (kata sifat) yang mendapatkan imbuhan akhiran (suffix).

 

a) Pembentukan Kata Benda Tidak Berwujud (Abstract Nouns) dari Kata Kerja (Verb)

Kata kerja menjadi Abstract noun ketika memperoleh akhiran –ment, -ion, -ence atau –ance, -ation, -ure, -th, -y, -or, -er, -age atau –al pada akhir dari kata kerja tersebut.

v Verb + -ment

Verb
Arti
Noun
Arti
Announce
Argue
Mengumumkan
Berdebat
Announcement
Argument
Pengumuman
Perdebatan

 

v Verb + -ence/-ance 

Verb

Arti

Noun

Arti

Assist

Accept

Membantu

Menerima   

Assistance

Acceptance

Bantuan

Penerimaan

 

v Verb + -ation/-ition/-ion

Verb

Arti

Noun

Arti

Act

Connect

Inform

Bertindak

Menghubungkan

Menginfokan  

Action

Connection

Information

Tindakan

Hubungan

Informasi

 

v Verb + -ure 

Verb

Arti

Noun

Arti

Fail

Depart

Gagal

Berangkat

Failure

Departure

Kegagalan

Keberangkatan

 

v Verb + -th

Verb

Arti

Noun

Arti

Grow

Tumbuh

Growth

Pertumbuhan

 

v Verb + -y

Verb

Arti

Noun

Arti

Deliver

Master

Menyerahkan

Menguasai

Delivery

Mastery

Penyerahan

Penguasaan

 

v Verb + -or/-er

Verb

Arti

Noun

Arti

Direct

Sail

Teach

Farm   

Mengarahkan

Berlayar

Mengajar

Berkebun

Director

Sailor

Teacher

Farmer

Pimpinan

Pelayar

Pengajar

Petani/pekebun

 

v Verb + -age

Verb

Arti

Noun

Arti

Marry

Link

Menikah

menghubungkan

Marriage

Linkage

Pernikahan

Hubungan

 

v Verb + -al

Verb

Arti

Noun

Arti

Arrive

Refuse

Datang

Menolak

Arrival

Refusal

Kedatangan

Penolakan

 

Selain itu, terdapat sejumlah abstract noun yang memiliki bentuk yang sama dengan  verb (kata kerja), jadi tidak memerlukan perubahan bentuk. Perhatikan table berikut.

 

Verb

Artinya

Noun

Artinya

Border

Charge

Cheat

Fine

Hope

Roar

Show

Want

Support

Membatasi

Memerintah

Menipu

Mendenda

Mengharapkan

Menderu

Menunjukkan

Ingin

Mendukung

Border

Charge

Cheat

Fine

Hope

Roar

Show

Want

Support

Perbatasan

Perintah

Penipu

Denda

Harapan

Deru (Angin)

Pertunjukan

Keinginan

Dukungan

 

b) Pembentukan Kata Benda Tidak Berwujud (Abstract Nouns) dari Kata Sifat (Adjective)

Kata sifat (Adjective) menjadi Abstract noun ketika memperoleh akhiran –ness, -ity, -ry, -ce atau –ion pada akhir kata sifat tersebut.

v Adjective + -ness

Adjective

Arti

Noun

Arti

Happy

Ill

Senang

Sakit 

Happiness

Illness 

Kesenangan

Penyakit

 

v Adjective + -ity/-ty/-y

Adjective

Arti

Noun

Arti

Able

Disparate

Difficult

Safe

Mampu

Berbeda

Sulit

Selamat 

Ability

Disparity

Difficulty

Safety

Kemampuan

Perbedaan

Kesulitan

Keselamatan

 

v Adjective + -ry

Adjective

Arti

Noun

Arti

Brave

Berani

Bravery

Keberanian

 

v Adjective + -ce

Adjective

Arti

Noun

Arti

Absent

Different

Tidak hadir

Berbeda

Absence

Difference

Ketidakhadiran

Perbedaan

 

v Adjective + -ion

Adjective

Arti

Noun

Arti

Correct

Distinct

Benar

Berbeda, jelas

Correction

Distinction

Pembenaran

Perbedaan, hormat

 

Selain itu, terdapat beberapa abstract noun yang berasal dari adjective setelah mengalami perubahan bentuk yang cukup signifikan. Perhatikan tabel berikut.

 

Adjective

Arti

Noun

Arti

Angry

Long

Poor

Proud

Wide

High

Deep

Marah

Panjang

Miskin

Bangga

Luas/jarak

Tinggi

Dalam

Anger

Length

Poverty

Pride

Width

Height  

Depth

Kemarahan

Panjang

Kemiskinan

Kebanggaan

Luas/jarak

Ketinggian

Kedalaman

 

c) Pembentukan Kata Benda Tidak Berwujud (Abstract Nouns) dari Kata Benda Umum (Common Noun)

Pembentukan kata benda tidak berwujud (abstract noun) dari kata benda umum (common nouns) dengan menambahkan akhiran –ship, -hood, -dom, -ism, dan –cy.

v Noun + -ship 

Noun

Arti

Noun

Arti

Friend

Leader

Teman

Pemimpin

Frienship

Leadership

Pertemanan

Kepemimpinan

 

v Noun + -hood 

Noun

Arti

Noun

Arti

Child

Brother

Anak

Saudara

Childhood

Brotherhood

Masa anak2

Persaudaraan

 

v Noun + -dom 

Noun

Arti

Noun

Arti

King

Raja

Kingdom

Kerajaan

 

v Noun + -ism 

Noun

Arti

Noun

Arti

National

Social

Bangsa

Sosial

Nasionalism

Socialism

Nasionalisme

Sosialisme

 

v Noun + -cy 

Noun

Arti

Noun

Arti

Accountant

aristocrat

Akuntan

Aristokrat

Accountancy

Aristocracy

Akuntansi

Aristrokrasi

 

d. Collective (Kolektif/ Kelompok) Noun

Kata benda kolektif adalah jenis kata yang merujuk pada pengertian benda yang bermakna majemuk, berjumlah lebih dari satu biasanya merujuk pada kumpulan orang, sekawanan hewan atau benda. Contoh: group (kelompok), team (tim), class (sekelas), commitee (panitia), dll.

v  A group of students are interested to be journalist.

v  The committee looked very busy.

v  They held some test to select the right people who has fulfilled the criteria.

 

e. Singular (Tunggal) dan Plural (Jamak) Noun

a. Singular Noun (Kata Benda Tunggal)

Singular Noun merupakan kata benda yang menunjukkan benda, tempat, atau seseorang yang tunggal/ satu, seperti song, book, chair, bike, dll. Singular noun seringkali didahului dengan article a/an dan atau the.

Contoh:

v  The song is written by Raisa. (Lagu itu ditulis oleh Raisa)

v  An unknown man came into my home last night. (Seorang laki-laki tak dikenal masuk ke rumahku kemarin malam)

v  An apple is on the table. (Sebuah apel ada di atas meja)

 

b. Plural Noun (Kata Benda Jamak)

Plural Noun merupakan kata benda yang menunjukkan benda, tempat, atau seseorang yang jamak/ dua atau lebih, seperti songs, books, chairs, bikes, men, teeth, children, dll. Plural noun seringkali diawali dengan number (two, three, ten), quantifier (many, some,  a lot of, plenty of, number of), dll untuk menunjukkan jumlah noun (kata benda) tersebut banyak. Kemudian, Plural noun dikategorikan menjadi 2, yaitu:

1. Regular Plural Noun (Kata Benda Jamak Beraturan) yaitu plural noun yang mendapatkan akhiran (suffix) –s/es di akhir kata. Contoh:

v  The students has been doing the test for two hours. (Siswa-siswa masih mengerjakan ujian selama 2 jam)

v  Many cars are parked in here. (Banyak mobil diparkir di sini)

v  There are 22 teachers in this school. (Ada 22 guru di sekolah ini)

2. Irregular Plural Noun (Kata Benda Jamak Tidak Beraturan) yaitu plural noun yang memiliki bentuk yang berbeda dari kata benda (noun) asalnya. Contoh:

v  The children is playing in the school yard. (Anak-anak itu sedang bermain di halaman sekolahan).

v  Many women works at that well-known company. (Banyak perempuan yang bekerja di perusahaan terkenal itu).

v  There are a lot of mice in this old house. (Ada banyak tikus di rumah tua ini).

 

D. Pembentukan Regular Plural Noun dan Irregular Plural Noun

Dalam pembentukan kata benda jamak beraturan (regular plural noun) perhatikanlah ketentuan-ketentuan berikut ini.

a. Dengan memberikan akhiran –s pada benda tunggal.


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meaning

(Arti)

Gift

Microphone

Lagoon

Song

Gifts

Microphones

Lagoons

Songs

Kado

Mikrofon

Danau

Lagu

 

b. Dengan memberikan akhiran –es pada kata benda tunggal yang berakhiran –ss, -s, -x, -z, -ch, dan –sh.


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meaning

(Arti)

Glass

Bus

Quiz

Box

Glasses

Buses

Quizzes

Boxes

Gelas

Bis

Kuis

Kotak

 

c. Dengan memberikan akhiran –es pada kata benda tunggal yang berakhiran –o yang didahului oleh konsonan (huruf mati).


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meaning

(Arti)

Buffalo

Cargo

Hero

Echo

Potato

Tomato

Buffaloes

Cargoes

Heroes

Echoes

Potatoes

Tomatoes

Kerbau

Kargo, Muatan

Pahlawan

Suara 

Kentang

Tomat

 

d. Terdapat pengecualian untuk kata benda tunggal yang berakhiran –ch, namun tidak berbunyi desis, tetapi diucapkan dengan bunyi konsonan /k/ maka bentuk jamaknya tidak lagi ditambahkan dengan –es melainkan dengan –s.


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meaning

(Arti)

Stomach

Monarch

Stomachs

Monarchs

Perut

Raja

 

e. Untuk sejumlah kata benda tunggal yang berasal dari bahasa asing juga memiliki aturan yang berbeda. Seperti yang sudah saya paparkan di atas (pada poin ketiga) bahwa untuk kata benda yang berakhiran –o, bentuk jamaknya hanya perlu ditambahkan dengan akhiran –es, tetapi aturan ini tidak berlaku bagi kata benda yang berasal dari bahasa asing dan cukup hanya ditambahkan dengan akhiran –s.


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meaning

(Arti)

Bamboo

Folio

Piano

Photo

Auto

Studio

Ghetto

Tatoo

Kangaro

Radio

Video

Kilo

Solo

Zoo

Memo

Soprano

Bamboos

Folios

Pianos

Photos

Autos

Studios

Ghettos

Tatoos

Kangaroos

Radios

Videos

Kilos

Solos

Zoos

Memos

Sopranos

Bambu

Folio

Piano

Foto

Auto (Otomatis)

Studio

Kota/Daerah Minoritas

Tato

Kanguru

Radio

Video

Kilo

Solo (Satu)

Kebun Binatang

Memo

Nada Tinggi (Perempuan)

 

f. Beberapa noun (kata benda) yang berakhiran “-o”, dapat ditambahkan imbuhan akhiran “-s” atau “-es” untuk membentuk plural noun (bentuk plural noun berakhiran “-es” yang paling umum digunakan).


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meaning

(Arti)

Memento

Volcano

Mosquito

Zero

Tornado

Mementoes/ Mementos

Volcanoes/ Volcanos

Mosquitoes/ Mosquitos

Zeroes/Zeros

Tornadoes/Tornados

Kenang-Kenangan

Gunung Berapi

Nyamuk

Nol

Tornado

 

g. Untuk kata benda tunggal yang berakhiran –y perlu diubah menjadi –i untuk kemudian ditambah dengan akhiran –es.


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meaning

(Arti)

City

Duty

Enemy

Baby

Cities

Duties

Enemies

Babies

Kota

Tugas

Musuh

Bayi

 

h. Berbeda dengan aturan pada poin keenam maka terdapat sejumlah kata benda tunggal yang berakhiran –i yang sebelumnya didahului oleh huruf hidup (vocal) berikut ini cukup ditambahkan dengan akhiran –s.


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meaning

(Arti)

Bay

Donkey

Way

Bays

Donkeys

Ways

Teluk

Keledai

Jalan/ Cara  

 

i. Untuk kata benda tunggal yang berakhiran –f atau –fe perlu diubah menjadi –ves, seperti pada contoh-contoh berikut ini:


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meanings

(Arti)

Leaf

Shelf

Wolf

Calf

Life

Thief

Half

Loaf

Knife

Self

Scarf

Shelf

Leaves

Shelves

Wolves

Calves

Lives

Thieves

Halves

Loaves

Knives

Selves

Scarves/Scarfs

Shelves

Daun

Rak

Serigala

Anak Sapi

Kehidupan

Pencuri

Setengah

Papan (Roti)

Pisau

Diri

Syal, Selendang

Rak

 

Namun, terdapat pengecualian pada kata-kata benda tunggal berikut ini yang hanya perlu ditambahkan dengan akhiran –s.


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meaning

(Arti)

Belief

Chief

Cliff

Dwarf

Gulf

Proof

Beliefs

Chiefs

Cliffs

Dwarfs

Gulfs

Proofs

Kepercayaan, Keyakinan

Kepala/Pemimpin

Karang Terjal

Orang Kerdil

Teluk

Bukti

 

j. Kata benda yang merujuk pada nama bangsa atau kebangsaan yang memiliki akhiran –ss, -se, dan –sh tidak memiliki perubahan bentuk baik untuk tunggal maupun jamak:


Singular

Meaning

Plural

Meaning

a Chinese

a Scottish

an English

a Malay

a Malaysian

a Philippine

seorang China

seorang Skotlandia

seorang Inggris

seorang Melayu

seorang Malaysia

seorang Pilipina

three Chinese

ten Scottish

five English

six Malay

two Malaysian

three Philippine

3 orang Cina

10 orang Skotlandia

5 orang Inggris

6 orang Melayu

2 orang Malaysia

3 orang Filipina

 

k. Sejumlah kata benda tidak memiliki bentuk tunggal sehingga dalam penerapannya ke dalam kalimat selalu berupa kata benda jamak (plural).


Nouns

Meaning

Nouns

Meaning

Clothes

Glasses

Shoes

Jeans

Pakaian

Kacamata

Sepatu

Celana Jeans

Scissors

Binoculars

Trousers

Pliers

Gunting

Teropong

Celana

Catut, Tang

 

l. Kata-kata benda lain yang juga memiliki aturan yang unik juga bisa Anda lihat pada kata yang dikategorikan sebagai kata benda yang berkaitan dengan subjek atau mata pelajaran, hobi/kegemaran, jenis-jenis penyakit dan aneka jenis permainan (game), seperti berikut ini.


1) Berkaitan dengan subjek atau mata pelajaran, hobi.

 

Noun

Arti

Noun

Arti

Economics

Politics

Ekonomi

Politik

Linguitics

Mathematics

Linguistik

Matematika

 

2) Berkaitan dengan jenis-jenis penyakit


Noun

Arti

Noun

Arti

Diabetes

Rabies

Diabetes

Rabies

Measles

Mumps

Campak

Penyakit Gondok

 

3) Berkaitan dengan aneka jenis permainan


Noun

Arti

Billiards

Bowls

Cards

Permainan Billiard

Permainan Bowling

Permainan Kartu

 

Selain pembentukan kata benda jamak beraturan (regular plural noun) di atas, terdapat sejumlah kata benda jamak yang tidak beraturan (irregular nouns) yang tidak mengikuti kaidah-kaidah di atas antara lain sebagai berikut.


a. Bentuk irregular plural noun tidak berakhiran “–s” atau mengalami perubahan bentuk dari kata benda (noun) aslinya. 


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meanings

(Arti)

Child

Foot

Goose

Loose

Man

Mouse

Woman

Children

Feet

Geese

Lice

Men

Mice

Women

Anak-Anak

Kaki

Angsa

Kutu

Pria

Tikus

Perempuan

 

b. Beberapa noun (kata benda) memiliki bentuk singular (tunggal) dan plural (jamak) yang sama.


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meanings

(Arti)

One Deer

One Fish

One Means

One Offspring

One Series

One Sheep

One Shrimp

One Species

Two Deer

Two Fish*

Two Means

Two Offspring

Two Series

Two Sheep

Two Shrimp**

Two Species

Rusa

Ikan

Alat

Keturunan/ Anak-Cucu

Seri

Domba

Udang

Spesies

*Bentuk plural nounFishesjuga memungkinkan, tapi jarang digunakan (untuk menyatakan banyak/macam-macam spesies di laut)

**Bentuk plural nounshrimp” khusus untuk British English, tetapi kadangkala “shrimps” digunakan untuk American English.

 

c. Beberapa noun (kata benda) bahasa Inggris yang merupakan kata-kata yang diserap dari bahasa asing, memiliki bentuk plural noun yang berbeda.


Singular Nouns

(Kata Benda Tunggal)

Plural nouns

(Kata Benda Jamak)

Meanings

(Arti)

Criterion

Phenomenon

Cactus

Fungus

Nucleus

Stimulus

Syllabus

Formulae

Vertebra

Appendix

Index

Analysis

Basis

Crisis

Hypothesis

Oasis

Parenthesis

Thesis

Bacterium

Curriculum

Datum

Medium

Memorandum

Criteria

Phenomena

Cactil/Cactuses

Fungi

Nuclei

Stimuli

Syllabi/Syllabuses

Formulas

Vertebrae

Appendices/Appendixes

Indices/Indexes

Analyses

Bases

Crises

Hypotheses

Oases

Parentheses

Theses

Bacteria

Curricula

Data

Media

Memoranda

Kriteria

Fenomena/ Peristiwa

Kaktus

Jamus

Inti

Stimulus/ Perangsang

Silabus

Formula/ Rumus

Vertebrata

Lampiran

Ideks/ Penomoran

Analisis

Dasar

Krisis

Hipotesa/ Praduga

Wahah/Sumber Ketenangan

Tanda Kurung

Tesis

Bakteri

Kurikulum

Data

Media/ Sarana

Memorandum/Surat Peringatan

 

See also:

1. Part of Speech

2. List of Noun

3. Derivation

 

References:

1.      Wahyuni, D., & Setyorini, D. --- . Complete English Grammar (Tata Bahasa Inggris Lengkap) 1st Edition. Dwimedia Press

2.      Azar, Betty Schrampfer. 1999. Understanding and Using English Grammar 3rd Edition. Pearson Education: White Plains, New York.

 

Demikian penjelasan terkait Noun (Kata Benda) dalam bahasa Inggris. Semoga bermanfaat dan dapat menambah khasanah wawasan kita. Keep studying English because you deserve to be success! Terima kasih ;)

1 Comments

"Terima kasih Anda telah mengunjungi blog kami. Kami berharap Anda dapat memberikan saran, kritik, ataupun dukungan yang positif dan membagun agar kami dapat melakukan perbaikan pada artikel blog kami."

Post a Comment

"Terima kasih Anda telah mengunjungi blog kami. Kami berharap Anda dapat memberikan saran, kritik, ataupun dukungan yang positif dan membagun agar kami dapat melakukan perbaikan pada artikel blog kami."

Previous Post Next Post